Kawat Gigi, 2

Aku sempat mengira kalau aku jatuh cinta sama kamu, kamu, seseorang yang memakai kawat gigi. Nyatanya aku hanya suka lihat gigimu yang dipageri ketika kamu senyum, ya, itu terlihat lucu. Semua bukan berarti aku jatuh cinta kan sama kamu. Lalu, kenapa kamu kikuk?.

Aku suka ketika kamu suka Pramoedya Ananta Toer juga. Karena sejauh ini aku jarang bertemu lelaki yang menyukai dan antusias terhadapnya. Aku tahu kamupun sudah menamatkan Pulau Burunya. Aku juga ingat kamu menyukai sastrawan kiri seperti D.N Aidit. Aku juga suka salah satu bait puisi itu. Mmm, yang mana? Oh ya, yang,
''Adakah hidup lebih bahagia
dari hati dibakar tjinta
padamu kasih padamu tjita
bagimu kasih tjintaku mesra''.
Kamu pernah salah menulis kata 'tjita' dengan 'tjinta' di salah satu captionmu. Terdengar romantis yaa, padahal puisi itu bukan ditujukan kepada seorang wanita, melainkan partainya, PKI, Partai Komunis Indonesia. Tentu saja diapun mati dalam peristiwa G-30-S/PKI. Saat dia dituduh sebagai dalang peristiwa mengerikan penculikan dan terbunuhnya enam anggota militer dan satu orang perwira. Tuduhan ini belum sempat terbukti karena beliau meninggal dalam pengejaran oleh militer ketika melarikan diri ke Yogyakarta dan dibunuh di sana oleh militer. Sangat disayangkan. Dia begitu menginspirasi, seharusnya dia bisa hidup lebih lama.

Oh ya, aku ingat ketika kamu bilang kamu pernah patah hati mendalam karena ditinggal nikah oleh wanita yang kamu cintai diam-diam. Setelah itu kamu belajar untuk mencinta dengan perasaan sebiasa mungkin. Karena kamu tahu patah hati sepatah-patahnya itu tidak enak tapi membuat kamu lebih kuat. Kemudian semenjak itu kamu masih melajang hingga sekarang, mungkin. Karena terakhir kali aku tahu kabarmu saat mau memasuki musim penghujan, Oktober. Saat ini mau memasuki musim kemarau, April, mungkin kamu sudah menjadi orang yang berbeda. Lebih kuat mungkin atau masih melajang juga?

Kamu pernah bilang juga salah satu cara mengobati lukamu adalah dengan menyibukkan diri melakukan semua hal yang kamu suka. Sejauh ini aku menerapkannya sih berhasil. Tidak, aku tidak terluka karenamu. Aku terluka oleh mantan sebelum hari dimana kamu men-chat aku setelah hampir dua tahun kita saling mengenal. Ya, kamu tahu semuanya, kurasa. Tapi lewati saja. Apalagi yang menarik dari kamu?

Oh ya, kamu juga pernah merayuku dengan bilang kamu ingin menjadi Rahwana. Hahaha, itu lucu kalau diingat-ingat begitu sukanya aku dengan tokoh tersebut dan kamu ingin menjadinya. Hal yang belum pernah dilakukan cowo lain yang mendekatiku, mungkin bagi mereka aku aneh menyukainya, karena seperti yang diketahui pada umumnya bahwa dia tokoh antagonist dalam pewayangan Ramayana. Atau mereka belum pernah tahu Rahvayana-nya Sujiwo Tejo atau beberapa twitnya mungkin dan kamu pernah, atau kamu tiba-tiba mencari tahu kenapa aku suka tokoh tersebut. Mungkin saja. Kamu tahu, itu cara yang cukup cerdas dan kamu cerdas. Kamu tahu (lagi), itu yang membuat kamu menarik, kamu cowo yang cukup cerdas. Aku tahu kamu memang cerdas, aku tahu dari kesukaanmu, dari postingan di timeline fesbukmu, dari post photo di instagrammu, dari kamu sendiri.

Ya, dan kini aku mengerti,

Semua bukan berarti aku jatuh cinta sama kamu kan? Lalu apa yang kamu khawatirkan sehingga perpaling dan begitu menghindar. Baik kamu dan aku, kita, aku menjaga jarak sebiasa mungkin. Tapi bukan berarti aku menghindar. Hanya saja aku membuat seperti sebelum kamu men-chatku saat itu. Kita biasa-biasa saja sebagai sekedar kenalan.

You May Also Like

5 komentar

  1. Awalnya aku pikir kamu memagar gigi. Ternyata menyukai seseorang yang giginya dipagar.

    Aku juga suka sama tokoh antagonis, kadang hidupnya lebih menderita tapi dia tampak lebih tegar. 😁

    Jodoh pasti bertemu kok, tenang. 😊😊

    BalasHapus
  2. Belum baca bukunya sujiwo tejo... Jd penasaran...

    BalasHapus
  3. Semua bukan berarti aku jatuh cinta sama kamu kan? iya tapi kamu tak rela jika aku pergi, Lantas apakah itu bukan cinta namanya ? galau galau galau hahahahaha

    BalasHapus
  4. Aku hanya menjaga jarak, karena aku memang tak cinta, tapi kau selalu mengchatku dan mengatakan aku cinta padamu
    lalu setelah cinta mulai tumbuh kau mulai jarang mengchatku
    ah kamu ternyata tidak cinta padaku
    hikhik ...

    BalasHapus
  5. Ahaaa... sebuah cerita ttg galau, ttg si kawat gigi...

    BalasHapus