Belajar Tentang Kamu #1

by - Rabu, Oktober 11, 2017

Aku ingin mengeja namamu, menyebut hurufnya satu demi satu dengan suara lantang di tengah keramaian, dan siapapun tak peduli, semua sibuk dengan masing-masing, tapi tetap saja tak bisa. Bukan masalah berani atau tidak, tentu saja aku berani bahkan sangat ingin dan mau untuk melakukannya, tapi semua tidak boleh.


Biar aku luruskan, aku boleh melakukannya saat di tengah hutan yang sepi , tak ada orang, dan hanya rimbun pepohonan di atas tebing-tebing curam yang dekat dengan langit. Di sana aku bisa mengeja namamu, meneriakkan hurufnya satu demi satu dan menjadi gema panjang yang memantul  di setiap sudutnya. Tak ada yang mendengar, hanya ada langit dan aku.

You May Also Like

2 komentar

  1. padahal diantara langit dan kamu, ada pepohonan dan ada saya didalam hutan tersebut, terdengar bunyi gaduh dari kawanan monyet kan....nah saya ada diantara mereka loch.....nggak ngeh kan?

    BalasHapus
  2. kulari ke hutan kemudian menyanyiku
    kulari ke pantai kemudian teriakku
    sepi… sepi.. dan sendiri aku benci
    aku ingin bingar… aku mau di pasar
    bosan aku dengan penat
    dan enyah saja kau pekat
    seperti berjelaga jika kusendiri

    BalasHapus