Percakapan

By Mayasitha Arifin - Jumat, Februari 02, 2018

Percakapan antara bocah 24 dan Om-om 35 di suatu hari,


"Tok, tok, di dalam sini ada apa? Ada otak kamu! Kalau aku bedah dari sini sampai sini maka akan tampak dalamnya, ada otak kamu, kemudian akan aku ambil dan taruh di dalam kepalaku. Jadi, kepalaku akan bertambah besar karena ada dua otak di dalamnya. Terus aku jadi orang pintar!"

"Terus?"

"Nanti yang bikin pesawat UAV yang pergi ke langit bukan kamu lagi, melainkan jadi aku. Terus yang masuk majalah Angkasa bukan nama kamu lagi, melainkan aku"

"Kenapa musti otakku? Kenapa kamu ngga belajar sendiri terus jadi pintar karena usahamu sendiri. Kenapa musti otakku?"

"Oke, habis ini aku belajar, baca novel lagi"

"Yah, it's better than dissect my head and take my brain"

"I'll do it someday"

"Ya I know you meant it, tapi kamu tahu kan kalau kamu belajar kamu akan lebih pintar dan ngga perlu otakku!"

"Yah, tapi tetap saja aku ngga bisa bikin UAV"

"Oh, ok, tapi kamu bisa bikin yang lain, ngga musti sama seperti aku kan?"

"Apa? Novel?"

"Bukannya itu cita-cita kamu, ingin jadi penulis?"

"Aku pengin jadi Papper Poots!"

"Kenapa?"

"Biar bisa cinta-cintaan sama Iron Man!"

"Aku juga masih pengin jadi Batman"

"Aku tahu, nanti aku lihat kamu dari atas yang sibuk ngurusin Gotham City. Aku naik naga"

"Eh, kamu bocah siapa, sih?"

"Kamu! Kamu lupa?"

"Ngga, aku ngga lupa. Bisa ya aku nemu bocah kayak kamu?"

"Bodo. Kamu suka kan!"

"Well"

  • Share:

You Might Also Like

2 komentar