Cabe-cabean II

By Mayasitha Arifin - Rabu, Juni 06, 2018

Hi there,


Ini tulisan atau lebih tepatnya curhatan keduaku tentang Cabe-cabean. Sampai saat ini aku masih belum paham makna tepatnya cabe-cabean ini. Menurut wiki cabe-cabean adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gadis di bawah umur yang mulai merintis bisnis prostitusi. Dan aku ga tau kenapa kata ini mengalami generalisasi menjadi siapapun cewe muda dan dinilai seksi dalam berpakaian dan make up,people judge `cabe-cabean` easyly gitu.

So guys, aku ga tau di tempat kalian keadaan orang sekitar bagaimana, but mine, i dont understand when ukhti-ukhti judge other women (dont wear veil) are cabe-cabean dan memandang mereka sebelah mata, murah. Why are they so misogynist?

Yang paling menyebalkan, menghubungkan pakaian dengan ibadah seseorang. Oh, come on, worship its so privacy, its about own self and God, not with other people. Aku ga paham akan semua kekepoan ini. Pengalaman aku pribadi, ga cuma sekali dua kali beberapa ukhti ini terheran-heran saat tahu aku sholat ataupun puasa. Ga jarang aku suka diceletukin "Loh, Maya sholat?" atau "Loh, Maya puasa? Etapi, aku percaya sih Maya puasa, wajahnya pucat sih!" Seriously guys?. Why the veil makes them be and act like God?

Menurut aku pribadi, mengukur ibadah atau sholat (bagi yang Muslim) seseorang bukan dari pakaian apa yang dia pakai sih, tapi how they treat other. Jadi tanda tanya, mereka bertingkah seperti ini, kebayang ga ibadah mereka di belakang bagaimana?

Flash back sebentar tentang kejadian gereja beberapa bulan lalu, seketika rame banget medsos curhat cewe bercadar ataupun sejenis ataupun pria berjenggot yang kesel karena stigma teroris. Oh hallo... aku atau bahkan kami atau cewe lain yang seperti saya atau sejenis-yang berbusana masih menampak sebagian kulit, atau yang kerja pergi pagi pulang sore atau malam, atau bahkan pagi, yang mengejar karir, yang memelihara kucing/anjing misalnya atau lain-lainnya... guys, kita sudah terlebih dahulu mendapatkan stigma ga enak dari kalian atau orang-orang macam kalian, kita bahkan sudah muak dengan kalian yang ngerasa "hollier than thou" see?

Awalnya aku jengkel when people judge me cabe-cabean  easyly, but it was making me more strong, it teach me to `i dont give a fuck`! and few weeks ago i uploaded post on my instagram, 

and you know, what caption i wrote? Yas, szechuan lol. I use that instead of cabe-cabean. Not many people know what szechuan is. Some place use it instead of chili, semacam tumbuhan yang menghasilkan rasa pedas. Biasanya szechuan ini banyak dipakai di masakan China atau sejenisnya.

Aku cuma pengen mempertegas sih, kenapa sih orang-orang suka sekali melabeli kita (kaum perempuan) dengan murah atau ga nya? We are human, kita dari genus yang sama seperti kalian Homo (manusia). And btw, murah-mahal cewe ini kayak gimana sih? Aku tuh kadang ga paham. Apa ke-murah-mahal-an ini diukur dari kemampuan kalian (cowo) mentraktir kita yang disesuaikan dengan class kita atau bagaimana?

Jujur deh, aku tuh kesel, ketika ada sesama cewe yang mencap cewe lain murah dengan gampangnya, sementara cewe yang dicap murah ini dalam keadaan kerjaan aman, mandiri, smart, suka baca buku, suka kegiatan sosial, punya cowo yang bisa traktir dia di restaurant mahal, nongkrong di tempat bagus, dan yang mencap ini punya cowo atau gebetan yang traktir dia makan pinggir jalan, udah gitu bayar split, atau mungkin "ngamar" di tempat yang gratis, kayak numpang di kost temen mungkin, karena tinggal masih sama ortu atau ga mau dipandang sekitar tidak suci, digrapa-grepe berujung ga dinikahin, waste of time but got nothing. Oh guys, we are as women must stay realistist and cool and independent and survive. Its not about label murah atau ga, tapi bagaimana menghargai diri sendiri. Why are you so misogynist hanya karena we dont wear veil like you?

idk what i talk about, but...

#HLHKNTL



  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. No comment ah, soalnya banyak bahasa yg gak aku mengerti. Hahaha
    Tapi kalau menilai seseorang dari pakaiannya sih, saya rasa itu nggak pas banget. Dan dari dulu saya pun memiliki pedoman bahwa 'Penampilan bukan jaminan' meskipun ada pepatah yang mengatakan 'Ajining rogo soko busono'. Hehe

    BalasHapus