Lalita by Ayu Utami (seri Bilangan Fu)

By Mayasitha Arifin - Jumat, Juli 06, 2018

gambar diambil dari google

Hai, ngelanjutin review seri Bilangan Fu sebelumnya. Jadi buku ketiga dari seri ini adalah Lalita. Tokoh utama dalam novel ini masih Sandi Yuda, Parang Jati dan Marja Manjali dan tokoh utama tambahan, yaitu, Lalita, sesuai judul buku.

Baik, guys, di novel ini sama seperti novel sebelumnya, kalau novel sebelumnya, Manjali dan Cakrabirawa ngebahas tentang salah satu candi yang ada di Jawa Tengah dan berhubungan dengan Calon Arang, di novel ini bakal ngebahas salah satu candi kebanggaan kita semua, yap, candi Brobudur di Magelang.

Awalnya aku agak bingung dan ngebosenin sih pas baca ini, uda upset kalau novel ini bakal ga begitu seru kayak seri sebelumnya, Manjali dan Cakrabirawa, ternyata pas mau ending lumayan seru. Itu tuh anying banget gitu da rasanya.

Berawal dari pertemuan ga sengaja antara Yuda dan seorang cewe, maksud aku, tante misterius bernama Lalita yang mengaku sebagai seorang indigo. Tau indigo kan? Bukan warna keunguan atau nila ya, indigo disini seseorang macem Roy Kiyoshi pembawa acara karma antepe gitu, berhubungan dengan perklenikan dan absurd, walaupun disini juga Lalita digambarkan sebagai seorang cewe yang gaya busana dan make upnya nyentrik dan berwarna-warni, include warna indigo juga.

Keadaan semakin membingungkan saat ternyata Lalita ini mempunyai keluarga yang mengaku saudara kembarnya bernama Janaka, dan menurut Janaka nama asli Lalita adalah Ambiga bukan Lalita. Keluarga ini sangat misterius, antara Lalita dan Janaka mempunyai perbedaan versi cerita tentang siapa mereka sebenarnya, abang-adik ataukah saudara kembar. Tapi, bukan itu intinya, intinya adalah silsilah keluarga mereka, yang mana kakek buyut dari mereka berdua ini sangat amat berhubungan dengan penemuan candi Brobudur di Magelang. Journey kakek buyut mereka yang mengupas tuntas tentang Brobudur ini ditulis di buku harian yang diincar banyak orang.

Bumbu-bumbu dalam cerita ini masih sama seperti novel seri sebelumnya, tetap manis. Dan, kali ini bukan ngebahas cinta ga disengaja antara Marja dan Parang Jati, tapi Sandi Yuda yang pernah berhubungan gelap dengan Lalita. What? Nyebelinnya, antara Yuda dan Lalita ini ga pake hati sama sekali kayak Marja dan Parang Jati. Hubungan singkat yang ga bisa dijelasin gitu dah. Emang bener sih, ga segala sesuatu itu bisa semua dijelasin. Beberapa emang mengalir gitu aja tanpa penjelasan. Bukan berarti antara Yuda dan Lalita ini tanpa kebaperan, yang jelas baper dong, tapi bukan baper cinta, karena cinta Yuda masih utuh buat Marja, seperti halnya Marja ke Yuda. Complicated gitu ya? Tapi, serius dah, seri novel ini beneran worth it buat masuk ke list bacaanmu.


So, sampai jumpa di review seri Bilangan Fu selanjutnya, guys!
Review sebelumnya bisa kamu klik disini dan disini

Thank you uda mau baca post aku yang nyampah ini, jangan lupa buat leaving komentar ya :)

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar