Espresso

by - Senin, Oktober 09, 2017

Antara aku, kamu, dan secangkir espresso sore tadi.


Aku ke kedai kopi dan bertemu kamu. Lagi?. Seperti biasa aku memesan secangkir espresso tanpa gula. Katamu, gula tergantung permintaan. Kamu tanya, aku suka apa?. Aku jawab, yang manis seperti kamu. Kamu hanya tertawa, eh, tersenyum saat aku rayu. Kemudian aku seruput sedikit dan rasanya pahit, sangat pahit malah.

“Yang kemarin ada rasa asamnya. Kenapa ini pahit sekali?”
“Yang ini Kopi Kintamani. Yang kemaren kopi apa? Ga pahit karena aku kasih coklat”
“Yang waktu itu espresso kok, bukan mocha, pastinya tanpa coklat”
“Ga tahu. Tapi terakhir, seingatku, aku bikin buat kamu dan itu aku kasih coklat”
“Bukan yang itu, ada lagi”
“Berarti bukan aku yang bikin buat kamu waktu itu, mungkin seseorang yang lain”
“Aku mau gula”
“Kenapa pakai gula? Emang aku belum cukup buat kamu?”

You May Also Like

1 komentar

  1. Wihhh aku suka nihhh, ngopi yuk neng, Kopi boleh pahit, hidupmu jangan :)

    BalasHapus