Kencan

by - Senin, Agustus 21, 2017

Beri saja tulisan ini judul kencan.


Aku kangen kamu, dirangkul sepanjang jalan saat kencan sambil minum chattime. Ketika capai kita duduk berdua di pinggir pantai saat malam. Terasa lebih tenang dengan suara deburan ombak yang terdengar jelas memecah pantai dan air yang pasang, aku suka.

Aku kangen kamu, sekedar menghabiskan sesorean hingga malam sebelum tengah, kita tiduran di atas rumput di taman kota mendengarkan lagu-lagu lama jaman ibu kita ketika masih muda- sambil membahas bagaimana harimu-bagaimana hariku yang ga penting tapi bukan berarti ga bermakna. Kamu dengar itu? Sayup-sayup music berputar ,

“Hujan yang rintik-rintik
Di awal bulan itu
Menambah nikmatnya malam syahdu”

Kita bahkan tidak peduli dengan omongan orang yang mengatakan kita kuno hanya karena selera music kita yang begitu klasik aku rasa. Kita menikmati semuanya. Kenangan begitu terasa.

Aku kangen kamu, ketika kamu sibuk dengan sesuatu dan aku sibuk membaca buku saat duduk bersebelahan. Kita kadang saling hilang saat berdekatan, kemudian sadar dan saling menemukan kembali dan berbagi cerita lagi.

Aku kangen kamu, menikmati malam hanya dengan melihat bintang.

Kita adalah sesuatu yang mencintai alam, mencintai Tuhan.


You May Also Like

0 komentar