Sunset Boulevard, Review Movie (1950)

by - Sabtu, Maret 25, 2017


Ini adalah film noir pertama yang aku tonton. Awalnya aku lihat di list katagori di situs streaming online agak mandang sebelah mata, pasti bakal ngebosenin, pikirku. Aku coba googling devinisi film noir ini adalah film Hollywood yang menampilkan drama-drama kriminal, fiksi detektif yang menekankan keambiguan moral dan motivasi seksual.

Film ini dibuka oleh monolog yang bercerita tentang ditemukannya mayat laki-laki yang tertembak di dada terapung di kolam renang sebuah rumah mewah, sangat mewah seperti istana di Sunset Boulevard, sebuah jalan besar yang membentang dari Los Angeles sampai Baverly Hills, California 10086.

Oke, mungkin ini semacam cerita detektif yang mengupas dan mengunggkapkan bagaimana pembunuhan itu terjadi seperti Sherlock Holmes dan adegan seksualnya nanti mungkin seperti adegan di Fifty Shades of Grey, hanya saja film ini tidak berwarna, gaya visualnya masih hitam-putih dengan pencahayaan yang rendah. Ya iyalah, film noir sendiri adalah film yang merentang dari awal tahun 1940-an hingga akhir 1950-an.

Fim ini dibuka dengan kehidupan seorang Joe Gills (William Holden), penulis naskah film Hollywood yang mau bangkrut, sebenarnya sudah bangkrut, dikejar deptkolektor cicilan mobil yang numpuk karena ga mampu bayar, tinggal di apartement kecil di Hollywood yang sudah menunggak tiga bulan. Dia memustuskan untuk jalan-jalan keliling kota, merenung untuk bagaimana kehidupan dia selanjutnya. Apakah balik ke kampung menjadi pekerja biasa lagi atau tidak. Tanpa disengaja di pertengahan jalan dia malah bertemu dengan para deptkolektor dan terjadilah aksi kerja-kerjaran mobil. Nge-driftnya ga seseru dan ga sedrama adegan Fast-nya Vin Diesel kok. Hingga akhirnya, mobilnya rusak dan berhenti di sebuah rumah mewah, 10086 Sunset Boulevard.

Disinilah awal cerita yang rumit itu dimulai, bahwa pemilik rumah adalah Norma Desmond (Gloria Swanson), seorang artis kaya paruh baya yang sakit jiwa, star syndrome. Di rumah mewah ini dia hanya tinggal berdua dengan pelayan yang paling setia, Max Von Meyerling (Erich Van Stroheim) yang ternyata adalah suami pertama dari Norma Desmond.

Plot ceritanya benar-benar ngalir banget, ga ngebosenin sama sekali. Akting Gloria Swanson di film ini juga menurut aku benar-benar memukau: cara bicaranya yang seperti sedang berpuisi, intonasi, mimiknya, sorot matanya. Gemes.

Di Film ini rupanya ga ada adegan-adegan sensual macam adegan di film Fifty Shades of Grey, padahal di film ini menceritakan  Joe Gills adalah 'berondong'-nya 'tante' Norma Desmond.

Kisah cinta Joe Gills dan Betty Schaefer (Nancy Olson) juga menarik dan rumit. Betty Schaefer adalah tunangan dari sahabat Joe Gills, Artie Green dan mereka akan segera menikah.  Bagaimana kelapangan hati Joe Gills untuk jujur akan keadaanya sebagai 'berondong' yang tinggal bareng sama 'tante' Norma Desmond di rumah mewahnya dengan keadaan yang terpaksa. Bagaimana Joe Gills mencintai Betty Schaefer dan selalu menginginkan yang terbaik bagi cintanya, dan dia sadar bahwa dia ga cukup baik dengan Betty Schaefer yang baik dan pantas mendapatkan yang baik pula.

Dan lebih menariknya lagi dalam film ini di akhir cerita kita tahu bahwa film ini bukan cerita detektif  yang mengungkapkan misteri pembunuhan seperti Sherlock Holmes, tetapi Joe Hills sedang menceritakan bagaimana dia bisa mati dan ditemukan terapung di rumah mewah 10086 Sunset Boulevard dengan luka tembakan di dada. Secara ga langsung dari monologue, prologue sampai dengan epilogue diceritakan oleh orang mati.

Film yang disutradarai oleh Billy Wilder yang berdurasi seratus sepuluh menit lima belas detik ini benar-benar WOW, cerita kriminalnya, cerita kisah cintanya, sampai dark comedy-nya asli dapet banget. Film ini juga meraih sebelas nominasi di Academy Awards dan berhasil memenangkan tiga penghargaan: best writing story and screenplay, best art direction dan best music of dramatic or comedy pictures.

So guys, film ini recomend buat ditonton liburan Tahun Baru Nyepi tahun ini selain Power Ranges yang sudah nangkring menggoda iman di Bioskop XXI.

Selamat menonton.

You May Also Like

13 komentar

  1. sudah meraih 3 penghargaan sekaligus,,, sepertinya memang wajib nonton nih....

    BalasHapus
  2. Film dg drama kriminal, aku suka. Dan kayaknya harus nonton nih film.

    BalasHapus
  3. wew, keren ya... jadi pengen nonton >.<

    BalasHapus
  4. kebetulan saya belum nonton film yang satu ini, gimana kalau tontonan pertama ini diceritain sambil makan siang bareng berdua saja yu...okeh nggak?

    BalasHapus
  5. Ini adalah salah satu film yang saya sukai termasuk film hugo, belum nonton belum seru deh.

    BalasHapus
  6. Saya gak punya data file film nya. Download ah...

    BalasHapus
  7. aduh, foto endingnya
    belum liat sih cuma aku tau Nancy Olson ini pas maen Flubber, jaman aku SD. Ini orang panjang umur banget.

    BalasHapus
  8. Baru tau malah kalau ada genre film noir..
    itu film tahun berapa?

    Goks! Jadi ini film yang mengisahkan orang mati yang nyeritain sendiri gimana dia mati.

    mau nonton deh kalau gitu.

    BalasHapus
  9. genre film noir hmm. keren sih rentang tahun gitu sudah bikin film
    jadi gimana nih katanya kaya Sherlock sama 50 Shades, tapi bukan detectif dan gak ada adegan ranjang. horor nih ya?
    ngeri ah nga jadi masuk list huhu

    BalasHapus
  10. ini film zaman baheula kan??? lagi pengen pake banget nnton DANUR.. tpi sayang bioskop disini lagi di renov.. huhuhu

    BalasHapus
  11. Bisa nih aku masukan list tonton, penasaran juga setelah baca ini :)

    BalasHapus
  12. Menarik nih coba tonton Citizen Kane deeh seru juga loh

    -M.
    http://www.inklocita.com/2017/04/beli-jr-pass.html?m=1

    BalasHapus