The Old Man and The Sea, Novel Review

The Old Man and The Sea

Yey, akhirnya selesai juga baca ini novel. Novel yang sudah diimpikan dari jaman sekolah saat baca sekilas di buku paket pelajaran Bahasa Indonesia dulu dan baru kesampaian baca novelnya sepuluh tahun kemudian. Tuhan emang Maha Lucu ya.
­­____

Adalah nelayan tua bernama Santiago yang tinggal di gubuk di Teras. Lelaki tua yang mendapat julukan salao, yang merupakan bentuk terburuk dari ketidak beruntungan. Dia sudah berlayar dan pergi melaut dan tidak mendapatkan satu ekor ikanpun dalam waktu delapan puluh empat hari.

Sebelumnya dia dibantu oleh bocah lelaki yang belajar melaut bernama Manolin, tetapi karena ketidak beruntungannya dalam menangkap ikan, orang tua Manolin melarang untuk turut bersamanya dan menyuruhnya mencari dan belajar ke perahu nelayan lain yang lebih beruntung. Dengan terpaksa Manolin menuruti perintah orangtuanya dan meninggalkan si Lelaki Tua.

Akhirnya pada hari kedepalan puluh lima lelaki tua pergi berlayar sendirian dan berharap sebuah keberuntungan mendapatkan ikan dengan bekal seadanya yang itupun disiapkan Manolin semalaman. Lelaki tua berlayar ke Gufl Stream, yang terletark di samudra Altalntik. Setelah seharian berlayar, pada siang hari, akhirnya umpannya dimakan oleh ikan Marlin yang berukuran sangat besar sampai ia tak mampu menarik kailnya, malah jutsru ia yang ditarik oleh ikan itu.

Hal ini berlangsung selama berhari-hari di tengah samudara dan dengan bekal yang seadanya. Meskipun dia sakit, lelah, kurang tidur dan menahan lapar, dia tetap bertahan. Dia sangat senang mendapatkan ikan marlin yang besar itu dan membayangkan betapa banyak uang yang akan didapatkan dari daging ikan itu perpoundnya, yang mana kira-kira hasilnya cukup untuk membiayai hidupnya selama musim dingin.

Novel ini begitu menarik dengan cerita lelaki tua yang berhari-hari di tengah lautan bersama ikan itu dan menunggunya mati bukanlah sesuatu yang mudah dia jalani. Banyak kejadian yang sungguh membuatnya menderita dan belajar. Banyak waktu yang dia habiskan dengan mengenang masa mudanya, berbicara dengan dirinya sendiri dan lautan serta belajar.

Hingga akhirnya saat ikan itu mati dan dia berhasil membawanya hingga pelabuhan kota tempat dia tinggal. Novel dengan akhir yang begitu menyenangkan serta membuat kita sangat tertegun oleh haru. Ga salah banget kalau novel ini meraih Pulitzer Prize di tahun 1952 serta Nobel Prize dalam bidang sastra di tahun 1954.

Mungkin awalnya agak bingung juga, karena banyak yang mana dia ‘berbicara dengan dirinya sendiri’. Bagaimanapun gaya penulisan di novel ini sangatlah khas, dan wajar banget kalau novel ini akhirnya dikenang sebagai karya sastra klasik versi baru. Novel ini dianggap membawa pengaruh yang sangat kuat terhadap gaya penulisan fiksi dalam dunia sastra pada abad 20 sehingga layak menjadi rujukan hingga kini.

So, Guys, don’t miss this novel on your reading list. Ga bakal menyesal membacanya. Jangan lupa sediakan stabile ataupun pulpen dan buku karena banyak quote yang bagus dan bijak dalam novel ini. Dan pastinya novel ini bagi aku-yang kayak-oh, I love you, aku bangga sudah menemukan dan memilikimu dari toko buku setelah bertahun-tahun menunggu dan mencari-cari kesana-kemari. (Alay aahhh sumpalaa) 
____

Dan Trada…
Ini beberapa quote yang aku suka dalam novel ini yang akan tulis beberapa karena saking banyaknya.

“Tapi kita punya keyakinkan, kan?” Ernest Hemingway.

“Bulan mempengaruhinya (Laut, red), seperti bulan juga mempengaruhi wanita” Ernest Hemingway.

“Setiap hari adalah hari yang baru. Memang lebih baik kalau beruntung. Tapi aku lebih suka menjadi tepat. Sehingga saat keberuntungan datang kau siap.” Ernest Hemingway.

“Sekarang ini saatnya hanya memikirkan satu hal, tujuan mengapa aku dilahirkan.” Ernest Hemingway.

“Pikirkan selalu hal itu. Pikirkanlah yang sedang kamu kerjakan. Kau tak boleh berbuat hal bodoh.” Ernest hemingway.

“Ia memustuskan bahwa ia dapat mengalahkan siapa saja jika ia begitu sangat menginginkannya” Ernest Hemingway.

Duh, sudah banyak banget yang sebenarnya masih banyak, tapi cukup, sisanya baca dan temukan sendiri dalam novel ini.


You May Also Like

3 komentar

  1. Baca ini makin penasaran dengan semua isi bukunya. Pinjem atuh, Teh, pengen baca ..hehe

    BalasHapus
  2. Wah. Novel klasik ya. Ernest Hemmingway. Aku suka baca short storiesnya:))
    Untuk saat ini, aku belum kelar baca novel The old man and the sea, karena bacanya dalam bentuk e-book, dalam bahasa inggris juga:(

    Jadi kepengen beli yang versi bahasa indonya deh.

    BalasHapus
  3. Usul dong neng. Sekali-kali ulas lah komik saru atau novel saru. Pasti trafiknya naik.

    BalasHapus